Menelepon Si Dia atau Tidak, Ya?

Ketika kencan berlangsung sukses, Anda tentu ingin tahu bagaimana tindak lanjut dari hubungan ini. Apakah menelepon si dia setelah kencan merupakan tindakan yang tepat? Pakar hubungan, John Gray, Ph.D, dalam bukunya, Mars and Venus On a Date, mengatakan, boleh saja Anda menelepon, asalkan memerhatikan beberapa hal di bawah ini:


1. Jangan menelepon jika Anda marah kepadanya
Adalah keliru menelepon seorang pria dan marah kepadanya karena dia tidak mau menelepon Anda. Ingat, pria berasal dari Mars yang memiliki naluri berbeda dari Anda. Dia akan menganggap Anda “aneh” karena telah mengintervensi wilayah pribadinya.

2. Jangan bertanya
Kecuali dia sudah berkomitmen dengan Anda, pria umumnya tidak suka membicarakan hubungannya dengan lawan jenis. Mereka ingin membiarkan sesuatu itu berkembang dengan sendirinya.

3. Komentar positif
Daripada bertanya, sebaiknya berikan komentar-komentar seperti ini, “Aku suka tuh, special effect film yang kita tonton kemarin. Keren, ya?” atau “Pertunjukan semalam bagus, ya? Aku langsung beli CD-nya.”

4. Hindari berbicara tentang dia
Apabila Anda mengatakan, “Aku benar-benar menyukai film itu, benar-benar bagus… (lalu bicaralah tentang apa yang Anda senangi dalam film tersebut). Dia akan merasa Anda sangat menyenangkan diajak jalan. Cara ini lebih masuk ke dalam hati pria. Ketimbang Anda mengatakan, “Saya benar-benar senang menghabiskan waktu bersama kamu”. Pesan yang tertangkap di kepala pria, “Apakah kamu senang menghabiskan waktu bersamaku? Apakah kamu mau lagi menghabiskan waktu bersamaku?”
Dengan pernyataan seperti ini, pria merasa wajib untuk menghabiskan waktu bersama Anda lagi. Alih-alih mengajak kencan berikutnya, dia akan berusaha mencari cara bagaimana menghindar dari “kejaran” Anda.

5. Pantang memberi nasihat
Berhati-hatilah dalam memberikan nasihat kepada pria. Ini lebih karena ego pria yang tidak “rela” dinasihati oleh Anda. Menurut mereka, memberikan nasihat adalah keahliannya. Dia akan merasa senang jika bisa menawarkan keahliannya itu kepada Anda. Makanya, cobalah meminta nasihat kepadanya. Jika Anda tidak menyukai nasihatnya, berhati-hatilah dalam memberikan respons agar dia tidak kehilangan muka. Bagi dia, penting untuk menangkap pesan bahwa Anda menghargai jerih payahnya untuk membantu.

(Majalah Chic, Kompas,Kamis, 25/3/2010 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s