Aturan Kencan yang Harus Ditinggalkan Setelah Usia 30

Seiring bertambahnya usia, setiap orang pasti berubah -disadari atau tidak. Namun dalam hal mencari pasangan, sebaiknya Anda menyadari betul bahwa Anda tidak bisa menerapkan cara lama yang Anda andalkan dulu. Misalnya saja, pada awal usia 20-an, Anda mungkin cenderung menyukai pria yang hobi main basket, dan berdandan gaya anak band. Di usia 30-an (bila Anda masih dalam taraf mencari pasangan), hal-hal semacam itu tentu bukan sesuatu yang prinsip lagi.


Ingin tahu cara-cara lama yang perlu Anda tinggalkan di usia 30-an ini?

1. Memilih tipe tertentu. Anda mungkin paling enggak tahan melihat pria berambut cepak, bertubuh jangkung, atau bertampang indo. Tetapi bila Anda memaksa mencari tipe-tipe ini, kemungkinan Anda tak akan segera mendapatkannya, atau tidak berhasil menjalani hubungan semulus yang Anda harapkan. Jadi, coba perluas pandangan mata Anda.

2. Terlalu pemilih. Setiap orang pasti cenderung mencari pasangan yang memiliki minat yang sama. Tetapi memangnya kenapa kalau si dia tidak suka membaca buku, atau tidak romantis? Anda perlu melihat sisi lain dirinya yang positif. Bila kekurangannya bukan sesuatu yang prinsip, mengapa harus dipermasalahkan?

3. Berburu di tempat tertentu saja. Anda mengharapkan seorang pria dengan pekerjaan yang mapan, bertanggungjawab, atau peduli dengan keluarga. Tetapi Anda berharap menemukannya di tempat-tempat tongkrongan Anda saja. Mengapa tak minta dipertemukan dengan pria yang dikenal baik oleh teman Anda? Setidaknya, pria ini sudah direkomendasikan oleh teman yang juga sudah mengenal perangai Anda.

4. Mengira Anda bisa mengubahnya. Anda bisa saja mengubah cara berpakaiannya, atau model rambutnya, tetapi Anda tidak akan pernah bisa mengubah sifat seseorang. Berhentilah berusaha mengubahnya menjadi seseorang yang Anda inginkan, dan terimalah dirinya apa adanya.

5. Berharap si dia bisa mengubah Anda. Anda harus merasa nyaman dengan diri Anda sendiri, agar si dia pun merasa nyaman dengan Anda. Jika Anda merasa tidak percaya diri dengan tubuh Anda, atau punya masalah yang belum terselesaikan dengan seorang mantan, Anda harus mengatasi masalah tersebut sebelum memutuskan menerima si dia.

6. Tergila-gila si bad boy. Masih saja mengharapkan telepon si dia yang enggan mendampingi Anda saat sakit, atau saat menghadapi persoalan pelik dengan keluarga? Masih berusaha keras memaafkannya meskipun ia berulangkali kepergok bersama perempuan lain? Hm… mengapa Anda tidak mencoba si nice guy yang lebih menghargai Anda, dan mencoba menemukan sisi lain dirinya yang liar?

7. Berharap setiap pria adalah Mr. Right. Setiap kali diperkenalkan dengan pria baru, Anda langsung berharap ialah pria yang tepat. Masa penjajakan seharusnya dilalui dengan santai, memberi kesempatan satu sama lain untuk mengenal lebih jauh. Jangan berusaha terlalu keras untuk memenangkan hatinya, sampai-sampai mendesaknya untuk segera membuat keputusan.

Sumber: SheKnows , Kompas,Jumat, 21/5/2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s