Bikin Si Dia Mendengarkan Anda

Renee Weisman, penulis Winning in a Man’s World, Advice for Women Who Want to Succed, bercerita bahwa hampir semua wanita yang ditemuinya mengeluh bahwa pria tidak pernah mendengarkan mereka. Apakah itu di kantor, oleh rekan kerja laki-laki, atau di rumah, oleh suami dan anak laki-laki mereka.


Weisman kemudian tertarik untuk menemukan jawabannya. “Lakukan langkah-langkah berikut ini, dan buktikan bahwa sebenarnya ide dan ekspresi kita patut didengar.”

1. Bicara dengan lantang. Percaya atau tidak, pria tidak mendengar dengan baik seperti perempuan. Weisman bahkan menyebutkan, ini diawali dari dalam kandungan yang kemudian diteruskan sampai mereka dewasa. Bahkan sebuah penelitian menemukan fakta mengenai hal tersebut dengan cara memainkan musik-musik yang lembut untuk menenangkan bayi dalam kandungan. Musik ini ternyata menstimulasi proses pertumbuhan mereka. Pertumbuhan janin yang cepat justru terjadi pada bayi perempuan ketimbang bayi laki-laki. Sebab, bayi perempuan pendengarannya lebih tajam.

2. Buat mereka memperhatikan Anda. Sering kali kita memilih untuk berdiskusi pada suami pada saat dirinya tengah khusyuk menyaksikan pertandingan sepak bola. Ini tentu waktu yang buruk untuk mendapatkan perhatiannya, jadi jangan berharap kita bisa didengarkan. Itu mengapa, kita harus pandai membaca situasi. Jika ingin suami mendengarkan semua yang kita katakan, cobalah untuk mengajaknya berbicara setelah makan malam.

Sedangkan pada bos atau rekan kerja kita yang pria, pilih waktu yang tepat untuk mengajaknya bicara. Pada saat berbicara, usahakan kita menyampaikan semua ide dengan jelas serta langsung pada sasaran. Karena kebanyakan pria tidak suka bertele-tele saat membahas sesuatu.

3. Bicaralah langsung pada pokok permasalahan. Jika kita berbicara dengan perempuan, bisa begitu banyak hal yang terungkap dalam satu jam pertemuan. Bahkan tak jarang, kita harus memperpanjang waktu pertemuan agar inti pembicaraan tuntas dibahas. Tetapi pada pria, kita tidak bisa menerapkan aturan yang sama. Pria suka berbicara dengan kalimat yang efektif karena langsung pada pokok permasalahan, sehingga solusinya bisa langsung dirumuskan bersama.

4. Gunakan kalimat aktif. Apabila suami atau rekan kerja pria kita meminta saran, katakan dengan tegas. Jangan bumbui dengan “menurut saya” atau “kalau kamu mau”. Karena pria merasa kalimat aktif lebih efektif dalam menyampaikan pesan.

5. Jika semua pendapat diterima, berhentilah berbicara. Menurut Weisman, kebanyakan perempuan akan terus berbicara setelah menemukan kata sepakat. Jika kita terus membahas masalah yang sudah selesai, pria justru bisa berpikir ulang atas keputusannya mendengarkan kita. Inilah yang kemudian membuat mereka nantinya malas membahas apapun dengan kita. “Jadi saat kata sepakat sudah bulat ditentukan, BERHENTILAH BERBICARA!”

(Prevention Indonesia, Kompas,Rabu, 24/3/2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s