Siap Bercinta Setelah Masa Nifas

“Wah, serasa punya anak kembar, deh,” komentar Milasari Wardhani (37), istri penyanyi kondang Ariyo Wahab (36), tentang kedua buah hatinya, Yaime Wahab (4) dan adiknya Sabine Wahab (3) yang lahir berdekatan. Keundulan yang dialami Mila memang cukup banyak terjadi.


“Begitu masa nifas selesai, secara medis ibu sudah siap untuk berhubungan seks lagi,” ungkap dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, MKes (MMR) dari RS Persahabatan, Jakarta memberi alasan. Dengan memulai lagi hubungan suami istri, maka dimungkinkanlah terjadinya kehamilan.

Bagaimana jika istri atau suami tak kunjung memulai lagi hubungan intim? “Bisa jadi karean ada trauma psikologis,” kata A. Kasandra Putranto, Psi., Direktur Psychological Practice Kasandrea Persona Prawacana. Masalahnya, konfigurasi psikodinamika kepribadian manusia berbeda-beda. Daya tahan dan latar belakang masa lalu membuat seseorang mudah trauma atau tidak, sulit dijelaskan secara general, karena sangat kasuistik sifatnya. Bisa jadi keengganan untuk segera berhubungan seksual lagi setelah masa nifas selesai itu berawal dari trauma saat persalinan, baik yang dialami ibu maupun suami yang menyaksikan persalinan itu.

Bila ini yang terjadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah komunikasikan secara terbuka. Mengapa salah satu/keduanya merasa tak siap untuk segera berhubungan seksual lagi. Selanjutnya, coba lakukan pelan-pelan, atau tidak langsung berhubungan seks, tapi sekadar bermesraan dulu. Bila memang ada trauma, misalnya istri saat melahirkan mengalami pre-eklamsia atau eklamsia yang membuatnya “tidak mau” hamil lagi, atau justru suami yang merasa “ngeri” setelah menyaksikan bayi keluar dari jalan lahir atau melihat bekas sayatan operasi yang melintang di perut istri, sebaiknya libatkan ahli dalam hal ini psikolog untuk membantu mengatasinya.

Hal lain yang mungkin terjadi adalah ibu terlalu berkonsentrasi mengurus bayi, apalagi kalau ini anak pertama, sehingga kebutuhan lainnya jadi terabaikan, termasuk mengawali kembali hubungan seksual. Bisa juga karena terlalu fokus pada bayi, ibu jadi kelelahan/kurang istirahat sehingga boro-boro memikirkan melakukan hubungan seks, bisa tidur cukup saja sudah bersyukur. Tentu saja tidak perlu seperti ini, delegasikan tugas-tugas pada seluruh anggota keluarga sehingga ibu tetap bisa memenuhi kebutuhannya meski sedang punya bayi.

Sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk memulai lagi hubungan seksual pascapersalinan? “Dengan selesainya masa nifas, maka sebenarnya sudah tidak ada masalah secara medis,” tegas Ferryal.

(Tabloid Nakita, Kompas,Jumat, 29/10/2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s